Rabu, 13 Oktober 2010

Masyarakat Indonesia Mudah Terpengaruh

Sebagian masyarakat Indonesia dapat dikatakan tidak mempunyai pendirian.
Mengapa? Hal ini dapat dilihat dari pergeseran nilai budaya Indonesia, yang pada dasarnya memiliki tingkat keseragaman yang tinggi, tetapi masyarakatnya lebih "mencintai" budaya asing, yang saat ini snagat lazim ditemukan diberbagai segi humanitas manusia.

akhir-akhir ini beredar informasi bahwa Indomie - merek dagang mie yang sangat populer di Indonesia - ditemukan memiliki kandungan racun didalamnya di Taiwan. Tentu saja hal ini membuat resah masyarakat Indonesia yang merupakan konsumen utama. Reaksi yang timbul pada masyarakat cukup variatif, dimana ada yang bersikap acuh tak acuh dan ada pula yang sangat reaktif.


Salah satu bentuk reaksi masyarakat yang berlebihan terjadi pada hari ini, Rabu, 13 Oktober 2010, dimana terdapat beberapa massa yang menyambangi Kantor Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang terletak di daerah Jakarta Pusat, karena dianggap lalai dalam memberikan sertifikasi kepada pihak Indofood. PT. Indofood, sebagai produsen dari produk Indomie pun mengalami hal yang serupa, dimana tindak unjuk rasa yang diperkirakan terjadi pada pukul 12.30 WIBdi Jl. Jend. Sudirman.

Seharusnya masyarakat Indonesia dapat lebih bijak dalam menyingkapi masalah ini.
Dengan mengingat bahwa taiwan sebagai salah satu negara pengkonsumsi mie, menganggap kehadiran Indomie - Produksi PT. Indofood, sebagai pesaing utama, dikarenakan harga jualnya yang murah.
Namun, apabila pembuktian dari pihak BPOM membenarkan bahwa bahan pengawet yang digunakan melebihi batas wajar dalam makanan, memang sudah sewajarnya produsen-produsen produk obat dan makanan diawasi secara ketat, dan ditindak-lanjuti sesuai dengan prosedur yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar